Olivier Giroud Berharap Bisa Tuntaskan Mimpinya

Trofi Piala Dunia 2018 yang dicapai penyerang Chelsea, Olivier Giroud, bersama dengan Tim nasional Prancis lantas rupanya tidak membuat senang. Dia mengakui belum juga menyerah menguber titel impiannya, yaitu Premier League. Walaupun performnya tidak keren, akan tetapi Giroud sukses menghiasi musim kemarin dengan beberapa trofi berprestise. Tidak hanya trofi Piala Dunia, dia ikut sukses memberikan titel juara FA Cup ke koleksi raihannya.

Meski begitu, pemain berusia 32 tahun itu miliki satu trofi yang sudah dia idam-idamkan lama. Bahkan juga dia menjelaskan jika trofi itu ada diatas titel Liga Champions di rincian kemauannya.Ya, trofi yang diharapkan oleh Giroud ialah Premier League. Semenjak berlabuh di Inggris bersama dengan Arsenal 2012 lantas sampai geser ke Chelsea, dia belum juga dapat memegangnya. Bahkan juga dia terasa iri dengan rekanan setim yang sempat mencapainya.

“Memenangi Premier League ialah mimpi paling akhir saya menjadi pemain sepak bola, mungkin lebih ingin daripada memenangi Liga Champions, sebab saya ketahui begitu beratnya jadi juara di liga ini,” tutur Giroud pada The Guardian. “Saya miliki rekan-rekan setim di sini yang sudah mencapainya, jadi saya terasa dikit iri. Saya ingin mencapainya,” sambungnya.Mengingat perform The Blues pada musim ini yang cukuplah bagus, harapan Giroud itu masih tetap dapat terwujud. Oleh karena itu, dia tidak mau buang harapannya sedini mungkin.

“Lihat, saya ketahui kami kalah menantang Wolves, tapi kami ikut menaklukkan Manchester City, jadi janganlah kira saya telah menyerah dengan harapan itu. Saya tidak mau selesai dengan penyesalan,” pungkasnya. Sampai saat ini, The Blues masih tetap tempati tempat empat klassemen sesaat Premier League musim ini. Ketinggalan enam angka dari puncak klassemen, Liverpool, yang tidak pernah rasakan kekalahan sampai sekarang ini.

Baca Juga :

Zlatan Ibrahimovic Puji Patrick Vieira

Zlatan Ibrahimovic memberikan pujian tinggi kepada Patrick Vieira. Di mana salah satu striker milik Los Angeles (LA) Galaxy, Zlatan Ibrahimovic tersebut mengklaim bahwa sang legenda Arsenal, Patrick Vieira itu sendiri merupakan sosok sangat berpengaruh besar dalam karier sepak bolanya. Zlatan Ibrahimovic pun melontarkan sanjungan atas mentalitas pemenang yang dimiliki Patrick Vieira ketika masih bermain. Ibrahimovic dan Vieira sendiri memang pernah bermain bersama di Juventus selama satu musim yakni pada periode 2005 – 2006 lalu. Ibrahimovic menyatakan bila Vieira sudah dianggap olehnya sebagai sosok pemain spesial karena punya karakter yang sangat kuat.

Zlatan Ibrahimovic mengklaim, pada saat dirinya pertama kali bertemu di Juventus, Patrick Vieira memang sudah diketahui sebagai pemain dengan kekuatan mental yang sangat berbeda dengan pemain lain yang pernah ia kenal selama ini. Sebagaimana dilansir dari Bola Sport pada hari Sabtu, 10 November 2018 lalu, dirinya berpikiran bahwa pada saat itu ia sendiri memang sudah melakukan semua hal dengan benar, namun rupanya perjuangan tersebut saja belum pernah cukup bagus. Vieira telah menunjukkan bahwa dirinya harus selalu mengeluarkan 120 persen kemampuan, baik dalam sesi latihan maupun pertandingan. Lebih lanjut, Ibrahimovic merasa bersyukur pernah bermain bersama Vieira yang menurutnya salah satu pemain terbaik dunia.

Mantan punggawa Paris Saint Germain dan Manchester United itu menyatakan, dirinya tentu tak perlu menjabarkan dengan detail seberapa hebatnya Vieira sebagai pemain dan profesional. Dia adalah pemain fenomenal yang akan tetap dikenang sepanjang sejarah. Satu musim bermain bersama di Juventus, Vieira dan Ibrahimovic kemudian menyebrang ke Inter Milan di akhir musim. Kepindahan itu sendiri tak dapat lepas dari kasus pengaturan skor alias Calciopoli yang menimpa Juventus. Skandal tersebut menyebabkan Juventus dengan terpaksa mesti turun kasta ke Serie B. Bersama dengan Inter Milan, Ibrahimovic dan Viera bermain bersama selama tiga musim.

Pada periode tersebut, kedua pemain tersebut juga telah merengkuh kesuksesan besar untuk menggondol tiga gelar juara Liga Italia. Sekarang ini, pesepak bola yang akrab disapa dengan sebutan hangat Ibra itu sendiri memang masih aktif menjalani perannya sebagai pesepak bola pada usia 37 tahun. Sedangkan pada sisi yang lain, Vieira sudah menjadi pelatih klub Liga Perancis, OGC Nice pada usia 42 tahun. Direktur AC Milan, yakni Leonardo sendiri mengungkapkan sejatinya tak ada kemungkinan sedikitpun bagi Ibra untuk kembali ke klub Italia itu. Hal itu diungkapkan Leonardo selepas laga AC Milan melawan Olympiakos di Stadion San Siro, Kamis (4/10/2018) atau Jumat dini hari WIB.

Baca Juga :

 

AC Milan Juga Tertarik Boyong Medhi Benatia

Spekulasi tentang hari esok Medhi Benatia masuk set baru. Club asal Italia, AC Milan diberitakan tertarik untuk membawa bek Juventus itu di bulan Januari kelak. Bek 31 tahun ini telah tiga tahun berkarir di Italia. Dia dihadirkan dari Bayern Munchen menjadi pemain utang sebelum pada akhirnya dia dipermanenkan di tahun kedua-duanya. Akan tetapi Benatia sendiri belakangan ini dengan terbuka mengaku jika dia tidak bahagia di Juventus musim ini.

Maklum dia tidak memperoleh banyak peluang bermain sesudah Leonardo Bonucci akan memutuskan pulang ke Turin pada musim panas tempo hari. Dikutip Mediaset Premium, AC Milan mengerti keadaan Benatia itu. Akhirnya mereka diberitakan tertarik untuk mengambil bek asal Moroko itu di bulan Januari kelak.Menurut laporan itu, fakta penting AC Milan ingin menghadirkan Benatia sebab mereka tengah mempunyai krisis pemain bertahan di team mereka. Seperti yang telah didapati, Milan tengah ditinggal oleh figur Mattia Caldara.

Bek muda mungkin itu alami cedera yang cukuplah kronis hingga dia mesti mangkir lama dari team penting Milan. Diluar itu bek penting mereka, Alessio Romagnoli diberitakan dicari beberapa club top Eropa. Akhirnya Benatia di rasa dapat jadi jalan keluar yang tepat untuk pertahanan Rossonerri.Menurut laporan itu, Milan telah mengambil keputusan gagasan untuk transfer Benatia. Mereka diberitakan ingin meminjam sang pemain terlebih dulu pada bulan Januari kelak.

Mereka beritanya lakukan gagasan ini untuk hindari sangsi FFP, hingga mereka punya niat meminjam sang pemain dari sang juara bertahan. Juventus sendiri beritanya tidak keberatan meminjamkan Benatia pada Milan. Akan tetapi mereka ingin sang pemain dibeli dengan permanen diakhir waktu peminjaman yang diprediksikan berlangsung di akhir musim kelak.

Baca Juga :

 

Szczesny Dapat Bisikan dari Ronaldo

Wojciech Szczesny membuat penyelamatan terpenting waktu Juventus bertemu AC Milan. Kiper Juventus itu dapat menghalau sepakan penalti yang dilepaskan oleh Gonzalo Higuain di menit ke-41. Juventus bertemu Milan di giornata ke-12 Serie A, Senin (12/11) pagi hari WIB. Juve telah menang cepat di menit ke-8 melalui gol yang diciptakan melalui tandukan Mario Mandzukic. Di menit ke-41, Milan miliki kans bagus untuk menyamai score. Medhi Benatia handball di kotak penalti serta wasit menunjuk titik putih. Higuain maju jadi eksetor.

Tetapi, bola dapat dihalau Szczesny sebelum tentang tiang gawang. Juve lalu dapat meningkatkan gol di menit ke-81 dari tindakan Cristiano Ronaldo. Tidak cuma cetak gol, Ronaldo ikut bertindak memberi bisikan pada Szczesny sekejap sebelum Higuain menendang penalti.Szczesny bercerita rahasia dibalik keberhasilannya menghalau sepakan penalti Higuain. Bekas kiper Arsenal itu mengakui mendapatkan bisikan dari Ronaldo jika Higuain akan menendang dengan keras mengarah bawah. “Ronaldo menjelaskan pada saya untuk jatuh terlebih dulu, sebab Higuain condong menendang penalti dengan keras.

Tetapi, lalu saya ketahui bila itu memang akan ia kerjakan,” membuka Szczesny diambil dari Sky Sports. “Kami [Szczesny serta Higuain] kenal dengan baik. Saya ketahui jika Higuain akan menendang dengan keras ke bawah. Jadi, saya mujur bawah gagasan saya itu berjalan dengan baik,” tandas Szczesny.Szczesny jadi salah satunya pilar terpenting buat Juventus pada musim 2018/19.

Figur yang sempat mengawal gawang Roma ini dipandang cukuplah wajar untuk menukar peranan Gianluigi Buffon yang sampai kini demikian ikonik di Juve. “Miliki jalinan baik dengan beberapa bek begitu penting dan ketekunan. Tidak gampang untuk menukar Buffon, tetapi dengan pemain hebat di muka saya, saya jadi jarang kebobolan,” tandas Szczesny.

Baca Juga :

 

Lautaro Martinez Ingin Lebih Sering Main di Inter

Striker Inter Milan, Lautaro Martinez mengatakan kemauannya supaya bisa mendapatkan peluang bermain semakin banyak dari allenatore Luciano Spalletti. Martinez dihadirkan Ingin dari club Argentina, Racing Club pada musim panas lantas dengan cost transfer sampai 21 juta euro. Bomber 21 tahun itu dijagokan jadi bintang anyar Nerazzurri. Akan tetapi awal karir Martinez di Inter tidak berjalan lancar. HIngga sekarang striker internasional Argentina itu baru bermain dalam tujuh pertandingan di semua pertandingan.Martinez mengaku jika dianya sekarang ini belum juga senang akan peluang yang dikasihkan pada dianya di Inter.

Meskipun begitu, Martinez belumlah ingin putus harapan. “Saya tidak banyak bermain untuk Inter, tetapi saya selalu kerja keras untuk pastikan jika saya siap,” tutur Martinez pada reporter di pemfokusan latihan Argentina seperti diambil Football Italia.

“Saya ingin seringkali bermain, tetapi saya akan berlatih di sini untuk mempersiapkan pertandingan setelah itu lewat cara sebaik-baiknya,” sambungnya.Selanjutnya, Martinez menyebutkan memenangkan Copa America serta Piala Dunia bersama dengan tim nasional adalah mimpinya.

Martinez masuk scuad Albiceleste untuk dua pertandingan pertemanan internasional menantang Meksiko minggu ini serta minggu kedepan. “Buat saya ada di sini [timnas] adalah satu mimpi serta saya tetap nikmati setiap saat saya ada di sini,” papar Martinez. “Saya mengimpikan titel Copa America, begitupun dengan Piala Dunia, hal itu jadi yang terunggul yang dapat dicapai pesepakbola,” tukasnya.

Baca Juga :

 

Juventus Bersedia Tebus Banderol Mahal Jadon Sancho

Juventus rupanya belum juga senang dengan formasi pemain yang telah dipunyai. Juve juga diberitakan tertarik untuk beli winger muda Borussia Dortmund, Jadon Sancho, di harga mahal. Jadon Sancho dapat tembus team penting Dortmund pada musim 2018/19. Capaian itu dipandang begitu istimewa sebab Sancho masih tetap berumur 18 tahun. Sancho juga lalu bisa peluang untuk bermain di tim nasional Inggris. Tampilan Sancho bersama dengan Dortmund juga tidak dapat dipandang seperti pelengkap belaka. Pelatih Lucian Favre sudah mainkan Sancho pada 11 pertandingan Bundesliga [lima kali menjadi pemain utama serta enam menjadi pengganti].

Sancho juga tampil reguler di Liga Champions. Dari jumlahnya penampilannya di Bundesliga, Sancho sudah cetak empat gol serta enam assist. Tampilan bagus Sancho ini juga membuat banyak team yang tertarik untuk dapat memperoleh jasanya.Beradasarkan laporan Calciomercato, Juventus mulai cukuplah serius memonitor perubahan Sancho. Pemain berumur 18 tahun itu masuk dalam pantauan beberapa pemandu talenta Si Nyonya Tua. Hasil pantauan pon positif.

Sancho akan masuk dalam rincian berbelanja Juve pada musim depan. Pemain jebolan team muda Manchester City itu dipercaya dapat menguatkan bagian sayap Juve, terpenting di saya kanan. Bahkan juga, untuk memperoleh servis Sancho, Juve dipercaya siap membayar bandrol mahal sang pemain. Juara bertahan Serie A akan mempersiapkan dana sampai 80 juta euro untuk dapat membawa Sancho ke Turin pada awal musim 2018/19.Juventus bukan hanya satu team yang ingin memperoleh Jadon Sancho.

Manchester City tertarik juga untuk memulangkan Sancho. Manajer Pep Guardiola juga siap memberikan tempat baginya bila bersedia pulang ke Stadion Etihad. Selain itu, Dortmund ikut tidak punya niat untuk melepas Sancho. Mereka tidak mau kehilangan Sancho dalam tempo dekat ini. Tetapi, Dortmund dimaksud akan tidak menampik negosiasi dengan club lainnya dengan penawaran yang tinggi.

Baca Juga :

 

Juventus Mulai Bermanuver Untuk James Rodriguez

Isu ketertarikan Juventus pada James Rodriguez kelihatannya bukan isapan jempol belaka. Si Nyonya Tua diberitakan mulai berjalan untuk merampas sang pemain dari Bayern Munchen. Semenjak tahun 2017 lantas, James memang tengah mengungsi di Bayern Munchen. Dia dipinjam dengan waktu dua tahun dengan pilihan pembelian permanen diakhir musim. Akan tetapi perjalanan karier James di Munchen tidak berjalan lancar. Dia tidak jadi pilihan penting dibawah bimbingan Jupp Heynckes serta Niko Kovac hingga dia mulai berfikir untuk geser.

Dikutip Calciomercato, Juventus mengerti benar keadaan James ini. Karena itu dia beritanya akan coba dihadirkan si Nyonya Tua pada bulan Januari kelak.Menurut laporan itu, fakta penting kenapa Juventus membidik layanan James sebab mereka kekurangan figur playmaker di team mereka. Hanya satu figur playmaker yang dipunyai Juventus sekarang ini ada di figur Miralem Pjanic. Sang gelandang memang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sejak geser dari AS Roma dua tahun waktu lalu.

Akan tetapi Massimiliano Allegri diberitakan ingin ada penambahan playmaker di timnya, hingga dia ingin mengambil James untuk menguatkan posisi serangnya.Juventus sendiri beritanya telah mulai berjalan untuk memperoleh James. Langkah awal yang mereka mengambil ialah mengontak agen James, Jorge Mendes. Juventus sendiri diketahui mempunyai jalinan yang baik dengan Mendes. Akhir kali, ke-2 pihak sukses menyelesaikan transfer Cristiano Ronaldo ke Turin pada musim panas kemarin. Juventus mengharap Mendes dapat menolong mereka untuk menghadirkan James di bulan Januari kelak, dimana sang agen beritanya bersedia menolong wujudkan transfer itu.

Baca Juga :

 

Pengakuan Ramos: Saya Tak Pernah Berniat Cederai Pemain Lawan

Kapten Real Madrid Sergio Ramos mengutarakan jika dianya benar-benar tidak sempat miliki niatan untuk mencederai pemain lawan waktu bertanding diatas lapangan. Nama Ramos mulai banyak dilihat negatif semenjak bulan Mei kemarin. Persisnya semenjak digelarnya pertandingan final Liga Champions pada Madrid vs Liverpool.

Pasalnya dia mencederai Mohamed Salah sampai pemain dari Mesir itu sampai tidak dapat meneruskan laga di set pertama. Diluar itu dia ikut didapati menyikut kepala Loris Karius. Yang paling baru, namanya semakin disorot sesudah menyikut gelandang Viktoria Plzen Milan Havel sampai hidungnya berdarah-darah. Akhirnya Havel juga tidak dapat meneruskan laga sebab hidungnya selalu alami pendarahan.Ramos sudah sempat mulai bicara berkaitan tindakan sikutannya itu.

Bek tim nasional Spanyol ini mengakui dia sebetulnya benar-benar tidak miliki niatan untuk bikin pemain lainnya terluka. “Tidak ada kemauan, jauh dari itu, untuk menyakiti sama-sama profesional,” tuturnya seperti diambil Marca. “Saya pergi untuk bicara dengan [Havel] sesudah laga tapi dia tidak berada di sana serta jadi saya mengiriminya pesan,” saya Ramos. “Saya belum pernah bermain dengan niatan untuk menyakiti pemain lainnya.

Saya akan tidak jadi orang yang menanggapi beberapa orang yang mengkritik saya, untungnya saya dapat lakukan pembelaan saya di lapangan,” ketusnya.Ramos awal mulanya mengaku jika apakah yang dia kerjakan itu ialah satu aksi yang salah. Karena itu dia mohon maaf atas laganya itu serta akan berupaya tidak untuk mengerjakannya kembali di hari esok. “Sepakbola tetap mengajari anda tentang suatu serta malam hari ini saya belajar jika saya semestinya tidak lakukan pelanggaran semacam itu.” “Milan, saya benar-benar tidak punya maksud untuk mencederai kamu. Mudah-mudahan kamu cepat pulih.”

Baca Juga :

 

Barca Ngebet untuk Juara Liga Champions Musim ini

Carles Alena mengaku jika Barcelona musim ini begitu ingin memenangi Liga Champions sebab terpacu oleh kekalahan dari AS Roma musim kemarin. Musim kemarin, Barca kalah berkompetisi dari Los Blancos. Lawan abadinya itu dapat jadi juara sesaat Blaugrana mentok di set perempat final. Barca berhenti di set itu sesudah dijegal oleh Roma. Di leg pertama hasil laga tunjukkan jika mereka miliki kesempatan besar untuk dapat maju ke set selanjutnya. Namun di leg ke-2, Roma dapat tampil mengagumkan. Mereka dapat menaklukkan Blaugrana, menyamai agregat serta menumbangkan mereka karena kelebihan gol tandang.

Kekalahan itu rupanya membekas di pikiran beberapa pemain Barca. Mereka pada akhirnya terpacu untuk bisa saja juara pada musim ini sebab kekalahan itu. “Ya, jelas jika Liga Champions ialah duri yang menancap pada pihak kami,” sengit Alena seperti diambil Sport. “Tahun kemarin, sebab langkah mereka [Roma] mengenyahkan kami … itu dikit tidak adil sebab permainan jelek Anda hadir di hari yang sekurang-kurangnya Anda harap,” keluhnya. “Serta itu ialah tahun yang baik untuk dapat memenangkannya. Serta, sebab langkah mereka singkirkan kami, tahun ini itu seperti arah penting.

Beberapa orang semangat mengenai Liga Champions serta kami ikut belumlah memenanginya. saat beberapa waktu, jadi itu ialah arah penting kami,” tegasnya.Walau menjelaskan jika Liga Champions ialah tujuan pentingnya, namun Alena ikut menyatakan jika Barca masih tetap berupaya untuk dapat mencapai titel juara La Liga.

“Anda tidak dapat melupakan La Liga sebab tiap-tiap tahun kami memenangi Liga Champions, kami menang juga,” serunya. “Anda tidak dapat melepaskannya sebab ini ialah pertandingan yang sangat terpenting serta sangat reguler, ada pula Copa del Rey, tapi Liga Champions ialah tujuan penting dari ruangan ubah kami,” pungkasnya.

Baca Juga :

 

Edan! Thiago Motta Akui Jadi Gila Usai Hadapi Barcelona

Eks gelandang Inter Milan Thiago Motta mengakui jadi hilang ingatan selesai berlaga melawan Barcelona seputar delapan tahun waktu lalu. Motta menguatkan Inter mulai tahun 2009. Dia bermain disana sampai tahun 2012. Pada musim perdananya bersama dengan Inter, klubnya itu ada satu group dengan Barca di Group F. Pada matchday pertama di Giuseppe Meazza, 16 September 2009, ke-2 team ini bentrok serta pertandingan selesai imbang 0-0. Kedua-duanya berjumpa kembali di putaran ke-2 pada 24 November 2009 di Camp Nou. Waktu itu Barca menang 2-0 karena gol Gerard Pique serta Pedro Rodriguez.

Sekarang ini Motta tengah menguber karier menjadi pelatih. Dia lalu di tanya berkaitan style main team Barca yang sempat ditemuinya. Gelandang kelahiran Brasil ini mengakui style main Barca begitu mengagumkan terpenting dengan strategi tiki-takanya. Dia mengakui sampai jadi hilang ingatan selesai menantang team Catalan itu sebab kesusahan untuk merampas bola dari kaki Xavi cs. “Barcelona merampok perebutan bola Anda serta saat Anda pada akhirnya memperoleh bola, mereka tutup semua ruangan.

Apa Anda ketahui apakah permainan paling berat saya dalam karier saya? Laga ke-2 menantang Barcelona pada 2010 saat kami kalah 2-0 serta mereka bermain tiada Messi serta Ibrahimovic. Mereka mempunyai 1000 sentuhan serta itu tidak gampang,” kenangnya pada Gazzetta dello Sport. “Kami bahkan juga tidak paham warna bola sesudah laga itu. Menguber bola untuk semua laga membuat Anda jadi hilang ingatan,” kelakar Motta.Motta lalu di tanya strategi baiknya menjadi pelatih.

Dia lalu menunjuk style main yang diaplikasikan oleh Josep Guardiola di Manchester City menjadi style main yang baik yang ingin ditirunya. “Tim Manchester City-nya Guardiola menunjukkan beberapa ide terunggul saya. Menantang Manchester United mereka cetak gol sesudah mengakhiri 44 umpan,” katanya. “Saya tunjukkan posisi itu pada beberapa pemain saya serta kami sukses cetak gol sesudah 16 umpan menantang Napoli. Jadi kami masih tetap jauh ketinggalan di belakang,” tandas pria yang sekarang melatih team akademi PSG itu.

Baca Juga :